Guru-guru Inspirasi Saya

Saya ounya guru

Iklan
Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Hoax : Bikin Kesal, tapi seru ;p

Hoax atau berita palsu karamgan dan tidak valid. Sejak kapan ya fenomema berita hoax yg tersebar kemana2 ini dimulai.?

mengapa si orang suka menyebarkan berita bohong.. enak ya nipuborang ada kepuasan? 

ada 3 tipe manusia menurut saya terhadap resoon terhadap berita atau BC menarik seksi yy neredar

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Satu Sholat yang Menentukan

Selain sholat wajib 5 waktu, dalam islam ada juga berbagai macam sholat yang tidak wajib tapi sunah, diantaranya sholat istikhoroh. Sholat istokhoroh adalah sholat yang dilakukan untuk meminta petunjuk keputusan apa yang paling baik atas dua perkara yang ingin diputuskan.

baru-baru ini terjadi pengalaman pahit yang kualami. Pahit banget. Kejadian ini berkenaan dengan profesi sebagai guru, sehingga sampai pada saatnya aku ada dalam posisi harus memutuskan dengan serius antara mengundurkan diri dari profesiku sebagai guru atau tetap bertahan. Hal ini sangat dilematis. Di satu sisi aku sangat senang menjadi guru, tapi di sisi lain aku masih merasa belum mampu memikul peran ganda ini dengam maksimal. Yang aku maksud peran ganda di sini.. ya taulah..peran sebagai ibu rumah tangga.

lagi-lagi dilema ibu bekerja. Huf. Sungguh aku tidak mengejar materi di profesi ini. Penghasilam suami alhamdulillah sudah cukup. Ah senangnya kalau tidak usah bekerja, menjadi full time mother yang bahagia mendampingi 3 anakku yang masih kecil.  Menjadi guru adalah panggilan hati sebagai tanggung jawab keilmuan yang aku punya. Ilmu itu harus dipraktekan, dibagi dan diajarkan, karena kelak akan diminta pertanggungjawaban nya di akhirat

kembali pada sholat istikhoroh. . Akhirnya aku minta waktu kepada pimpinan sekolah untuk memutuskan. Malam itu aku melaksanakan sholat istikhoroh. Perasaanku awalnya berkecamuk. Aku benar-benar galau. Tidak ada kecenderungan lebih antara dua pilihan itu:antara mengundurkan diri atau lanjut. Perasaan saya netral tapi kalut. Setelah memasrahkan jawaban keputusan pada Alah, aku berdoa penuh sungguh memohon jawaban pilihan terbaik atas perkara yang sedang kuhadapi. Manakah yang lebih baik untukku, untuk agamaku, dan baik kesudahannya untukku. Memohon agar Allah mendekati pilihan perkara yang baik padaku, dan menjauhkan pilihan perkara yang buruk.

Alhamdulillah, aku yang merasa tak mampu dan tak berdaya menjadi guru, ternyata jawaban istikhoroh lebih cenderung kepada aku harus tetap bertahan. Jawaban itu berupa ketenangan hati dan kemantapan hati untuk tetap lanjut. Ada pula keyakinan yang menelusup bahwa aku Insya Allah mampu. 

Aku seakan tak percaya dengan jawaban ini. Ada kata bijak yang pernah aku baca bahwa kita meminta kekuatan, dan Allah memberi kita kesulitan agar kita kuat.

Tetap menjadi guru adalah pilihan tersulit.  Entahlah mengapa pilihan itu yang Allah hadirkan di hatiku.  Namun jika itu pilihan dariNya, pastilah yang terbaik. Karena Allah Maha Tahu, dan Allah Maha Penyayang.  Allah ingin aku berib5ah menjadi baik. Ini pertanda pula bahwa aku sebenarnya punya kemampuan jika aku mau. Allah tidak membebani seseorang di luar batas kemampuannya. 

Subhanallah…dahsyat nya solat istokhoroh. Rasulullah saw saja dalam memilh sendal pernah sholat istokhoroh. Indah memang sholat sunah istikhoroh ini. Ketika kita berdialog dan memasrahkan diri padaNya akan sebuah keputusan.

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Inspirasi dari buku Marie Kondo:keajaiban rapih-rapih, part 1

​​

Bismillah..

Alhamdulillah banget akhirnya saya memiliki satu dari sekian buku yang saya idam-idamkan yaitu buku karya Marie Kondo.. sang konslultan kerapihan dari Jepang. Sebelumnya saya sudah sering membaca artikel-artikel singkat yang membahas tentang metode yang dia ciptakan yaitu metode Konmari, jadi sebelum baca buku ini sudah ada gambaran sedikit tentang metode  Konmari.  Namun setelah membaca langsung bukunya… Masya Allah..memang yaa beda kalau ahlinya yang  berbicara. Marie Kondo ini ternyata memang dari kecil sudah terobsesi dengan metode bersih-bersih.Sejak kecil dia sudah mecoba berbagai cara untuk mendapatkan metode bersih-bersih yang terbaik.

Sebenarnya saya belum selesai baca bukunya, tapi lembar demi lembarnya awal yang saya baca ini begitu menginspirasi dan memberikan sudut pandang yang baru mengenai barang-barang  sehingga saya ingin menuliskannya. 

Ada satu bahasan yang berkesan dan langsung menginspirasi saya yaitu tentang bab melipat baju..

Selama ini bagi saya kegiatan melipat baju adalah pekerjaan yang paling megesalkan, membosankan, dan paling “bukan gue banget”.. haha…dan Alhamdulillah..Marie Kondo juga memaparkan hal itu, banyak klienya yang awalnya sangat benci melipat dan merasa “bisa melipat rapih” adalah bukan kepribadiannya, bisa berubah drastis jadi cinta melipat bahkan bahagia melakukannya setelah dibimbing oleh Marie Kondo.

dan benar sekali.. saya sekarang dengan bangga mengumumkan bahwa saya yang dulu amat benci melipat baju, sekarang saya jadi sangat super duper senang…..sekali….melipat pakaian…

ahahaha…kok bisa? Iya bisa dong..buku ini memang bagus, sesuai promosinya bahwa bagai menjadi klien jarak jauhnya.

baru saja sore tadi saya melipat satu demi satu pakaian dengan penuh cinta dan rapih, setiap melipat saya hayati dan renungi pakaiaan yang sedang saya lipat lalu mengucapkan terima kasih pada si baju telah menutup aurat saya, saya juga beretrimakasih pada Allah karena telah memberikan rezeki pakaian yang sedang saya lipat dan berterimakasih pada suami yang telah menjalankan tugasnya memberi pakaian pada keluarga. Saya rapikan dengan sentuhan tangan saya langsung bak memberi energi cinta pada seriap potong pakaian. Mungkin sedikit terdengar lebay, tapi ini berhasil! Semua pakaian terlipat dengan sangat rapih seakan disetrika padahal belum disetrika. Alhamdulillah. Terima kasih Marie Kondo

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

Komunikasi Produktif

Menjalankan tantangan 10 hari berkomunikasi produktif dengan keluarga sangat mendebarkan dan berkesan. Jelang 10 hari batas setor, saya baru melakukan tantangan hari pertama, padahal ada 17 hari yang diberikan. Ngepas banget deh. Soalnya kalau nggak nge-pas gak semangat gitu de… the power of ‘kepepetisme’

Alhamdulillah saya bisa memulai tantangan ini. Saya sadari untuk bisa menjalankan tantangan ini ada satu tantangan komunikasi besar dulu yang harua ditaklukkan, yaitu berkomunikasi dengan diri sendiri.  Saya sempat menunda-nunda tantangan ini karena berjuta alasan dan beribu pikiran negatif menghantui. Akhirnya setelah waktunya mepet dan ada pencetus yaitu teguran seorang rekan, saya pompa dan semangati diri untuk terus maju dan untuk berpikir positif. Padahal sebelumnya saya hampir putus asa hingga hampir ingin menyerah dan meninggalkan segala harapan. Tapi saya terus berkomunikasi pada diri saya: Ayo..lakukan hal yang membangun … jangan destruktif…ayo produktif ! dan alhamdulillah saya pilih bangkit.

Begitulah, ternyata kesuksesan komunikasi produktif pada diri sendiri adalah kunci untuk bisa berkomunikasi produktif pada orang lain. Itu yang saya rasakan.

Categories: Bunda Sayang, IIP, komunikasi produktif | Tinggalkan komentar

“Mendadak Kampung” ala Anak Komplek PKT Bontang

Waktu saya bilang ke teman-teman di grup WA bahwa kampung halaman saya garing (kriuk.. kriuk…) itu adalah karena kampung halaman saya ‘hanya’lah komplek perumahan yang sepi dan monoton.

Kampung halaman saya bukanlah kampung halaman yang seperti suasana kampung yang digambarkan cerita-cerita indah kanak-kanak, dimana rumah nenek Budi yang di kampung pasti letaknya jauh dari keramaian kota, begitu sejuk dan alami, terdapat kebun-kebun yang luas, ada sungai jernih yang mengalir,ada pegunungan. Kampung halamanku tidak pula seperti kampungnya Si bocah-bocah Petualang di serial televisi “Si Bolang” yang selalu menyajikan kisah seru di setiap episodenya, seperti belarian di sawah-sawah, memetik sayur atau buah di kebun-kebun yang luas, mengejar ombak atau menangkap ikan di pantai, memainkan mainan tradisional dan aneka kegiatan khas kampung lainnya.

Kampung halamanku adalah komplek perumahan suatu perusahan BUMN penghasil pupuk amonia yang bernama  PT.Pupuk Kalimantan Timur atau disingkat PKT. Adapun perumahan PKT ini adalah fasilitas untuk para karyawan perusahaan. Rumah yang ditinggali di sini tidak menjadi hak milik, hanya hak pakai saja. Karyawan ditempatkan di rumah dengan tipe yang bervariasi, semakin tinggi jabatannya, semakin bagus dan besar tipe rumah yang boleh ditempati. Di komplek ini karyawan dimanjakan dengan berbagai fasilitas yang lengkap seperti sekolah, Rumah Sakit, lapangan tenis, basket, softball, gedung olah raga, perpustakaan, kolam renang. Semua gratis, hmm.. kecuali sekolah sih, walaupun terkesan gratis karena tak pernah ada transaksi bayar tapi ternyata lewat potong gaji. Walau terkesan eksklusif bin elit, tapi jangn bayangkan komplek kami tempat orang kaya tertutup bin sombong yang tidak sudi bergaul dengan masyarakat sekitar ya. Rumah di sini tidak memakai pagar alias solobivak dan orang luar bisa bebas keluar masuk gerbang komplek tanpa panjagaan yang terlalu ketat. Masyarakat di sini religius dan ramah. Sebagian besar karyawan adalah perantauan dari luar Bontang yang diterima kerja di perusahaan ini, tak heran segala suku ada di sini. Kebanyakan karyawan dari suku Jawa, kemudian Sunda, Banjar dan dari Sumatra. 

Itulah gambaran kampung komplek saya yang tidak seseru kampung Si Bolang walau enak ditinggali karena banyak fasilitas.

Namun setelah dipikir-pikir dan hayati ternyata walaupun kampungku hanya berupa komplek perumahan, banyak juga hal seru dan mengasyikan! Dunia yang sempit dan monoton kampung komplekku dapat berubah menjadi dunia yang mengasyikkan dan seru ala kampung “Si Bolang”, berkat suatu sentuhan formula ajaib yang terbuat dari kombinasi daya khayal dan hasrat bermain kanak-kanak yang tak terbendung! Apa saja area-area perumahan yang disulap anak-anak komplek ini jadi kampung?

1. Parit dan kolam hias adalah sungai dan air terjun

Ya! Sungai kami adalah parit. Saya ingat saya bersama kakak saya serta teman saya beserta kakaknya juga, tergiur dengan air di suatu parit besar yang terlihat jernih dan alirannya deras seperti air terjun. Entah darimana sumber air itu kok bisa tidak kotor dan bau… Yang jelas kita nyebur, berenang-renanag dan bermain air disitu..asyik sekali..!

Tidak ada kolam ikan besar atau ‘balong’ dalam bahasa sunda, kami main di kolam hias air mancur… Saya pernah masuk kolam depan lapangan tenis lalu berjalan-jalan perlahan bersama teman untuk menguji siapa yang paling lama bertahan tidak terpeleset berjalan diatas dasar kolam yang amat berlumut. . Yap saya kalah! Saya sukses terpeleset duluan  dan tercebur…! Untung airnya dangkal haha.. seru..! 

‘Balong’ kami juga kolam kecil buatan depan rumah atas prakarsa ibu. Namun, ibu tidak mengisinya dengan ikan koi lucu melainkan ikan mujair! Sehingga setiap saat bisa ditangkap dan digoreng. Sepertinya ibu kangen kampung juga, kangen ‘balong’.

2. Lapangan softball adalah …. pantai….!!!

Waktu itu saya dan dua teman saya berjalan-jalan di area fasilitas olah raga outdoor yang sering sepi di waktu siang, sampailah kita memasuki area lapangan softball yang tanahnya pasir halus putih dan bersih. Seketika wajah kami semua pun berbinar-binar.. Wow! ini adalah bak pasir raksasa! Ahaha..ini pantai…! Sejak saat itu kami rajin ke sana sambil membawa peralatan membuat istana pasir seperti sekop mainan, gelas air mineral dalam kemasan bekas, dan alat pencetak pasir lainnya. Whoa..! rasanya bagai menemukan harta karun!

3. Jalanan buntu beraspal adalah… lapangan bola!

Lapangan bola itu seperti unsur yang wajib ada ya.. di setiap wilayah, baik wilayah kampung maupun perkotaan. Jaman saya kecil dulu belum ada tanah lapang yang dikhususkan untuk bermain bola (belakangan baru ada ketika saya sudah remaja). Jadinya saya dan teman-teman tetangga menjadikan jalan buntu  dekat rumah sebagai lapangan bola. Jalan buntu ini berbentuk melingkar berukuran luas. Walau jalanannya aspal yang keras kami tetap semangat bermain bola. Anak yang lebih tua dan muda campur bermain bola, kadang anak perempuan ikut bermain, termasuk saya, sering juga ikutan main bola. Lapangan dadakan ini dipakai juga buat bermain kasti dan sepeda. Seru.

Sebenarnya masih banyak lagi keseruan khas kanak-kanak yang saya alami di kampungku yang tercinta ini. Alhamdulillah di zaman kami pembunuh kreativitas anak yaitu gadget Android belum ada… mungkin kami generasi terakhir yang belum terpapar gadget freak… alias kecanduan gadget jadi masa kecil kami asyik sekali.. bermain lompat tali yang terbuat dari karet yang dijalin, bermain kabat, yaitu permainan melempr batu kecil di area lantai yang dikapur gambar kotak-kotak dan melompatinya, dan permainan tradisonal lainnya.

Yah.. masih banyak sih keseruan yang ingin diceritakan, tapi sayangnya saya emak rempong yang tidak punya banyak waktu untuk menulis. ​
Dan saya sudah ngantuk.

Terima kasih sudah membaca yaaaa..!

Categories: Uncategorized | 2 Komentar

Alhamdulillah sertifikat kelulusan program matrikulasi IIP

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

NHW#9 My Social Venture

1. Minat dan ketertarikan:

-manajemen kinerja guru

2.Skill

a.hard skill: keterampilan manajemen, program komputer, dan pengelolaan aplikasi

b.soft skill: ketekunan, komunikasi, disiplin diri

3.Isu sosial:

-rasio guru dan siswa yang tak sebanding yaitu satu guru mengajar 4o siswa bahkan lebih, jika dia guru bidang, membuat pengawasan perkembangan siswa kurang efektif, untuk itu diperlukan suatu sistem yang membuat pengawasan siswa menjadi memungkinkan dan efektif , dengan bantuan teknologi aplikasi.

3. Masyarakat:

-siswa

-guru

-orang tua

-pemangku kebijakan

4. Ide sosial

-membuat komunitas guru efektif dan berteknologi

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

NHW #8 : Menemukan Misi Hidup

1. Kegiatan yang saya pilih dari kuadran suka dan bisa adalah karena saya kekuatannya di ide dan merancang saya ingin menjadi perancang suatu sistem manajemen kegiatan guru yang efektif dengan support teknologi terkini

2.a. saya ingin jadi (be):

Perancang sistem manajemen kinerja guru sehingga guru tidak menemukan kendala yang berarti ketika memantau perkembangan pesera didik dengan memanfaatkan teknologi terkini

b. Yang akan saya lakukan (do)

1.melakukan litbang, atau penelitian dan pengembangan atas berbagai macam metode manjaemen kinerja guru.

2. Menghimpun semua data teknologi apa saja yang bisa dipakai oleh guru termasuk aplikasi gadget apa saja yang bisa digunakan guru untuk menunjang kinerjanya khususnya dalam peran memantau perkembangan prilaku dan akademik anak

3.membuat manajemen yang fix lalu menerapakannya pada diri sendiri dulu.

4.setelah mendapat format terbaik manajemen guru berbasis teknologi, maka akan saya bagi via Blogger

5.membuat pelatihan, seminar, dan komunitas guru berteknologi.

c. Yang ingin saya miliki (have)

1. Blog khusus mengenai guru dan teknologi

2. Komunitas guru berteknologi 

3.buku panduan guru berteknologi

Tujuan hidup

a.lifetime purposes:

Mengembangkan dan menemukan terus manajemen terefektif kinerja guru untuk memaksimalkan pemantauan pada peserta didik dangan bantuan teknologi terkini

b. Target 

-5 tahun ke depan: membuat dan menemukan rancangan yang fix mengenai manajemen guru dengan bantuan teknologi

– 10 tahun ke depan:mempunyai blog dan komunitas serta buku untuk berbagi ilmu

-1 tahun ke depan (new year resolution):

Memiliki dan sudah merapkan manjemen seserhana guru dengan bantuan aplikasi terbaik

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar

NHW #7 : Temu Bakat

drawmap

Strength Cluster

Ini kata temu bakat:

RIZKYRIZKY FITRIA RIDYANI, anda adalah orang yang senang mengkomunikasikan sesuatu yang sederhana menjadi menarik , banyak ideanya baik yang belum pernah ada maupun dari pikiran lateralnya , senang mempelajari latar belakang, senang olah pikir, menyendiri , memiliki intuisi dalam memilih jalan terbaik menuju tujuan , senang menggabung-gabung kan beberapa teori atau temuan menjadi suatu temuan baru. 

bakat

Categories: Uncategorized | Tinggalkan komentar